Jumat, 27 September 2013

_____Yang Kuingini_____

Tapak demi tapak kulangkahkan kaki
berharap angin menghapus rindu ini pergi
Tapi aku salah mengerti
tak seperti yang kuingini
pun jua tak mampu kuingkari

Rasa ini meluncur jauh ke sanubari
Lembut suaramu meracuni memori
nada bassmu jadi ciri tersendiri
berputar di telingaku bak rotasi bumi

Malam ini kumengenangmu

Tahukah kamu?
Ranah warnaku tak lagi satu
mega pun abu-abu, tak lagi biru
waktu memburuku satu per satu
untaian lagu-lagu pun serasa candu
semua ini membelengguku

Di tepi bayangan berbatu
kutitipkan rindu pada ranum kembang
kambium batang tumbuhan
serta ranting-ranting damar

Di sayup-sayup angin yang berarak
kubisisikkan suara hati yang menyeruak

Ku ingin senyum yang melengkung lepas
mata yang memandang tenang penuh ikhlas
suara damai yang begitu sabar tanpa batas
serta tangan bersayap yang melipatku jadi senapas.

NB: untuk dia yang sederhana; dalam rangka menulis puisi bebas yang diadakan oleh Rumah cerdas Albert Einstein.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar