Menumbuhkembangkan Jiwa Enterpreneurship Mulai dari Kehidupan di Kampus.
Saya
setuju sekali jika jiwa enterpreneurship dimulai dari kehidupan kampus.
Hal ini dimaksudkan bukan semata-mata untuk menghasilkan uang, menyita
dan menggangu waktu belajar kami; para mahasiswa, melainkan lebih kepada
mengajarkan kami untuk terampil dalam bekerja yang nantinya akan sangat
membantu dalam kehidupan dunia kerja nyata. Bagi saya harus ada
keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan, yakni antara teori dan
praktik. Menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan juga dapat dilakukan
melalui dua pihak, yakni pihak kampus yang bersangkutan maupun kami;
mahasiswa itu sendiri. Dari pihak kampus, banyak upaya yang dapat
dilakukan guna menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship. Entah itu
melalui seminar, studi lapangan, maupun ajang-ajang kompetisi
kewirausahaan. Saya berharap sekali universitas-universitas di tanah air
lebih cekatan lagi dalam memberitakan, melatih, membimbing dan
mengikutsertakan tunas-tunas bangsa dalam hal interpreneurship. Dari
pihak kami; mahasiswa itu sendiri, banyak cara untuk menjadi
entrepreneurship muda sesuai dengan jurusan yang kami ambil. Misalnya,
mahasiswa management yang membuka usaha counter pulsa, laundry, fotocopy
kecil-kecilan maupun olahan snack yang dititipkan di koperasi/ kantin
kampus. Contoh lainnya, mahasiswa jurusan bahasa (baik itu bahasa
Inggris, Jerman, Mandarin ataupun Perancis) yang mengaplikasikan
pengetahuan yang ia terima dengan menjadi tenaga pengajar privat atau
mahasiswa Sistem Informatika yang mampu menciptakan aplikasi-aplikasi
yang mampu menembus pasar. Semakin majunya zaman, manusia dituntut untuk
piawai menguasai apa yang mereka cintai maupun apa yang tak mereka
sukai. Dengan memiliki berbagai pengalaman usaha; berhasil atau gagal,
saya yakin pengalaman-pengalaman tersebut akan mengajarkan para
mahasiswa banyak hal. Toh keterampilan dan pengalaman lebih diutamakan
dalam dunia kerja daripada prestasi dan IPK tinggi. Tak hanya sampai di
situ, dengan mencoba dan terjun dalam dunia kewirausahaan manusia diajak
untuk mampu menimbang, menganalisis serta mengambil keputusan akan
masalah-masalah yang mereka hadapi. Point plus untuk kemampuan kognitif
pada sistem kerja korteks prefrontalis otak depan dan kemampuan
psikomotorik mereka. Selain itu, dengan terjun ke dunia kewirausahaan
manusia mampu menciptakan lapangan kerja yang berguna mengurangi
pengangguran. Tak salah bukan jika kita ikut ambil bagian dalam
mengurangi permasalahan bangsa ini? Dengan berwirausaha, kita juga
melakukan kegiatan sosial yakni berbagi pekerjaan dan rezeki; sebuah
kegiatan sosial yang nantinya menjadi bekal kita di lain dimensi selain
duniawi. Salam muda…salam wirausaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar