Ada
banyak perempuan hebat hadir dalam perjalanan hidupku. Mulai dari
perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, guru, dosen,
pengusaha, hingga sang maha guru. Mereka semua ambil andil tersendiri
dalam karakter kepribadianku dan jalan-jalan hidupku. Ada perempuan yang
menganggapku puterinya sekalipun aku tak lahir dari rahimnya. Ada
perempuan yang memberikanku kepercayaan akan rumah tempat tinggalnya
sekalipun aku bukan sanak saudaranya. Ada pula perempuan yang ajarkanku
banyak hal sekalipun aku bukan mahasiswa mata kuliahnya. Mereka semua
unik dengan masing-masing sifat dan kepribadiannya.
Tapi untuk sekarang, tak ada perempuan istimewa selain perempuan yang melahirkanku ke dunia.
Istimewa karena ia sosok ibu yang tabah dan perkasa.
Ia tabah setiap kali menghadapi masalah yang menghempas keluarga tercinta.
Ia perkasa karena mampu melakukan apa yang tak biasanya dilakukan para kaum hawa.
Ia perempuan yang setia karena memilih tuk tetap ada dan bertahan sekalipun berkali-kali dikecewakan.
Ia murah hati karena ia tak pernah mengutamakan kepentingan sendiri.
Ia
sederhana karena tak pernah meminta suami tuk berbelanja baju,
make-up, perhiasan atau itu ini layaknya perempuan kebanyakan.
Ia cerdas karena pandai mengatur keuangan dan mencari uang.
Ia humoris dan easy-going, membuat nyaman setiap orang yang berada di dekatnya.
Ia perempuan perhatian karena diam-diam ia menyimpan penuh, cinta dan kasih sayang.
Ia
tegas karena berani mengatakan benar untuk apa yang hati nurani katakan
benar dan mengatakan salah untuk apa yang hati nurani katakan salah.
Ia
pemaaf karena pandai melumpuhkan rasa sakit setiap kali ia dilukai
orang yang begitu ia cintai. Ia mulia karena selalu menaruh percaya
sekalipun dunia menganggap anak-anak yang ia cintai tak mampu melakukan
apa-apa.
Ia takwa karena selalu mengajariku bersyukur pada sang Maha apapun keadaanku.
Ia istimewa karena melalui dirinya aku mengerti cantik itu tak sekedar rupa.
Ia istimewa karena sekalipun ia tak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantuku mencarinya.
Ia istimewa karena melupakan apa yang ia inginkan agar bisa memberikan apa yang aku butuhkan.
Ia bukan yang terbaik tapi ia selalu mencoba melakukan yang terbaik.
Ia istimewa karena ia bidadari yang Tuhan ciptakan untukku.
Ia perempuan istimewa karena ia hadiah terindah yang Tuhan titipkan untukku…di hidupku.
Itu saja. Tidak lebih tidak kurang.
photo taken by Gerardus Suprayoga, inspired by Country Choice Juice
Tidak ada komentar:
Posting Komentar