Jumat, 27 September 2013

Lempah Kuning Laskar Pelangi

Letak geografis yang dikelilingi lautan mendatangkan keuntungan dan kekhasan tersendiri bagi masyarakat Bangka Belitung. Provinsi yang berdiri tahun 2000 ini memiliki berbagai menu masakan olahan ikan laut. Salah satu di antaranya yaitu Lempah Kuning. Nama “Lempah Kuning” berasal dari dua kata yakni “Lempah” yang artinya makanan berkuah dan “Kuning” untuk menunjukan warna kuning yang berasal dari kunyit. Jadi, jika dirangkai, Lempah Kuning mengandung arti makanan kuah yang berwarna kuning.

Bahan dasar pembuatan Lempah Kuning adalah ikan laut seperti ikan tenggiri, kakap, kembung, kacang-kacang, kerisi, mayong, maupun ikan pari.  Bumbu yang digunakan untuk meraciknya pun sederhana yaitu cabai keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, terasi dan air asam/nanas. Lempah kuning ini memiliki cita rasa asam pedas yang dominan; mirip dengan masakan Aceh dan pindang Kalimantan. Yang membedakan hanya penggunaan terasi Bangka yang terkenal punya magnet sendiri dalam cita rasa masakan. Oleh karena itu, tak heran jika masakan satu ini menjadi makanan popular masyarakat Melayu Bangka dan di-claim menjadi masakan khas daerahnya.

Awalnya, masakan Lempah Kuning merupakan hidangan penting yang pasti hadir dalam setiap upacara keagamaaan maupun acara adat setempat. Cara memasaknya mengandung nilai kebersamaan dan kekeluargaaan karena mayoritas hidangan Lempah Kuning ini dimasak dalam jumlah besar saat berlangsungnya suatu acara besar yang membutuhkan tenaga yang juga banyak untuk memasaknya.

Kandungan gizi dari olahan laut ini tak perlu dipertanyakan. Ikan segar yang langsung berasal dari pesisir pantai mengandung banyak selenium yang bermanfaat mencegah rusaknya DNA karena radiasi atau zat kimia dan membantu pembentukan antioksidan dalam tubuh. Selain selenium, ikan laut juga mengandung taurin yang sangat berguna dalam menunjang fungsi kognitif dan fungsi retina. Terdapat juga Omega 3 yang bermanfaat bagi perkembangan otak anak, meningkatkan fungsi penglihatan dan saraf bayi, serta meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan resiko penyakit jantung koroner bagi orang dewasa. Ikan laut juga mengandung Omega 6 yang dapat memperbaiki dan menjaga pencernaan anak serta menunjang pertumbuhan. Ikan laut juga kaya akan vitamin B Komplek yang membantu metabolisme karbohidrat dan meringankan resiko penyakit anemia. Kandungan gizi mineral dan kalsium juga terdapat pula dalam menu masakan ini. Bahkan warna kuah kuning dalam masakan ini memberikan keuntungan sendiri bagi para manula yang mulai lupa karena kandungan kurkumin dalam kunyit mampu menghambat penumpukan senyawa beta amiloid yang merusak fungsi otak.

Sekian jelajah gizi tanah Bangka. Salam wisata kuliner. ^_^



Caring Colours for Your Beauty…Your Daily… Let’s be Cheery ^^

Berbicara mengenai wanita, tentunya tak dapat dipisahkan dari make-up yang menunjang penampilan dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Seorang wanita remaja membutuhkan make-up untuk tampil gaya ketika bergaul dengan teman-teman sebaya, wanita muda membutuhkan make-up untuk tampil prima dan wanita karier membutuhkan make-up guna menunjang profesionalitas kerja. Bahkan beberapa ahli kecantikan pun mengatakan dengan tampil cantik dan prima, sesungguhnya seorang wanita sudah berhasil menghargai dirinya sendiri.

Di kota metropolitan ataupun kota-kota besar lainnya, dengan bermake-up wanita mendapatkan status sosial yang lebih daripada mereka yang tidak. Terlebih-lebih bagi para wanita karier yang harus selalu terlihat professional ketika berhadapan dengan client, customer maupun rekan kerja perusahaan. Dengan menjaga penampilan, rasa percaya diri wanita Indonesia diharapkan bertambah sehingga membawa semangat tersendiri dalam menjalani aktifitas yang tentunya kemudian mampu memberikan energi positif. Baik positif bagi dirinya sendiri maupun bagi setiap orang yang akan ditemui dan dihadapinya nanti.

Namun, padatnya waktu kerja serta deadline-deadline yang harus dipenuhi terkadang membuat wanita Indonesia mengurungkan niat sekedar untuk touch-up. Mereka seringkali malas melakukannya dikarenakan rempongnya membawa peralatan make-up yang seabrek ke dalam tas kerja. Niat semula yang peduli pun hanya dibiarkan tergeletak begitu saja. Alhasil, mereka bekerja dengan penampilan seadanya.

Melihat pentingnya peran make-up dalam menunjang penampilan serta masalah efisiensi inilah Caring Colours Martha Tilaar mencoba inovasi baru dengan menciptakan produk Beauty Guide Caring Colours Martha Tilaar Beauty License for Profesionals.  Beauty Kit terbaru persembahan Martha Tilaar ini mencoba memberikan solusi praktis bagi para wanita professional muda. Produk ini menegaskan dan menekankan kepada wanita Indonesia bahwa tampil cantik dan professional itu dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun.

Beauty Guide Caring Colours terdiri dari:
  • 3 macam warna lipstick Caring Colours Happy Series (warna pink, merah tua dan cokelat)
  •  3 macam warna eye shadow caring Colours Happy Series (warna pink, ungu dan pink muda)
  •  1 buah blush on (warna pink)
  •  1 buah two way cake (warna natural)
  • 1 mini mascara (warna hitam) lengkap dengan sponge dan aplikator
  • 1 kaca mini
Semua dikemas dalam sebuah pounch cantik yang dilengkapi sebuah cermin. Di samping kemasan yang praktis, produk Beauty Guide Caring Colours menyimpan keunikan dan keistimewaan. Lipstick dan Eye Shadow Caring Colours Happy Series mengandung Happy Complex yang berasal dari bahan aktif alami Brazillian Pepper yang membantu merawat kelembaban kulit dari pengaruh lingkungan dan sancha C inchioil extract yang merupakan sumber alamai Omega 3; pemicu pembentukan hormone endorphin dan dopamine yang menimbulkan rasa bahagia. Hormon ini mampu meningkatkan mikro sirkulasi pembuluh darah untuk memperlancar peredaran darah guna mengurangi stress dan ketegangan pada kulit wajah sehingga wajah pun terlihat lebih cantik berseri dan sehat bercahaya.

Keistimewaan lain produk ini terdapat pada Two Way Cake Protection Dual Action Cake (EP DAC) yang mengandung moisturizer, anti pollutant, anti oksidan, anti iritasi dan SPF 15 sebagai pelindung untuk aktivitas luar ruangan. Selain untuk menutup noda hitam dan menjaga iritasi, kelembutan kulit pun terjaga karena SPF 15 melindungi kulit wajah dari sinar UV dan polusi.

Produk Beauty Guide Caring Colours juga dilengkapi dengan blush on bertekstur lembut guna memberikan warna segar di pipi. Kandungan Vitamin A, Vitamin E dan UV Protection di dalamnya juga bermanfaat menjaga kelembutan kulit wajah.

Karena aktivitas wanita Indonesia yang beragam juga membutuhkan tata rias yang juga berbeda, Carring Colours memberikan empat pilihan Beauty Kit yaitu Beauty Guide for Me Time, Beauty Guide for Hang Out, Beauty Guide for Office dan Beauty Guide for Travelling. Semua produk tampil dengan warna-warni smooth tersendiri.

Beberapa contoh image produk:
 Karena produk ini tak hanya diperuntukan bagi wanita karier tapi juga remaja dan anak muda. Berikut trik-trik menggunakan Beauty Kit to Hang Out by Kak Carryn:
  1. Pastikan wajah; terutama area mata, dalam keadaan bersih.
  2. Bubuhkan eye shadow base di kelopak mata agar eye shadow lebih tahan lama.
  3. Dengan sponge aplikator, bubuhkan eye shadow pearl di sudut mata setengah kelopak mata bagian dalam.
  4. Bubuhkan eye shadow ungu di setengah kelopak mata bagian luar.
  5. Bubuhkan eye shadow pink di lipatan mata luar.
  6. Baurkan dengan eye shadow brush mini.
  7. Aplikasikan eye shadow ungu di area bulu mata bagian bawah.
  8. Aplikasikan eye liner cair.
  9. Aplikasikan mascara di bulu mata bagian atas dan bawah. 
  10. Dengan menggunakan jari, aplikasikan eye shadow pearl di tulang alis tipis-tipis.
  11. Aplikasikan bedak di seluruh wajah, telinga dan leher dengan sponge mini.
  12. Aplikasikan lip color nude dengan kuas mini.
  13. Baurkan dengan sedikit lip color warna pink.
  14. Aplikasikan blush peach di pipi.
Sudah deh...kamu siap buat Hang Out bareng temen-temen dan rekan-rekan kerja.
Selain trik-trik di atas, berikut ini juga tersedia tips bagi para wanita karier yang hendak menjalani rutinitas dan kesibukan di kantor.
  1. Gunakan eye shadow berwarna lembut seperti cokelat muda, pink atau peach. Warna-warna ini membantu Anda terlihat lebih feminin dan lembut.
  2.  Agar wajah terlihat segar gunakan blush on warna pink atau peach. Sapukan pada tulang pipi, sedikit di tulang hidung, dahi dan dagu.
Tunggu apalagi, dapatkan Beauty License Kit guna menunjang penampilan dan menambah kepercayaan diri Anda. Make-up minimalis dengan tampilan kesan fantastis. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi Anda dan tiap orang yang Anda temui. Selamat berkarya perempuan Indonesia. Selamat menggapai mimpi. ^_^



Paris Indonesia, Lukisan Sang Maha


Tak perlu jauh-jauh ke Perancis, di Indonesia juga ada Paris lho.

Paris di Indonesia merupakan sebuah pantai, terletak di pulau Jawa tepatnya di kabupaten Bantul, 27 km selatan Yogyakarta. Nama Paris itu sendiri merupakan kepanjangan dari Parangtritis. Konon nama ini diambil oleh seorang pelarian Kerajaan Majapahit yang melihat air menetes (tumaritis) dari celah-celah batu karang (parang) ketika bersemedi di pantai ini. Padanan dua kata “karang” dan “air yang menetes” inilah yang kemudian digunakan penduduk sekitar untuk menyebut kawasan pantai selatan kota pelajar ini.

Paris identik dengan bukit berbatu dan bukit pasir hitam. Mayoritas bentang alam pantai ini dikelilingi pegunungan dan perbukitan. Terdapat Tebing Gembirawati bagi Anda yang ingin menikmati pemandangan dari tempat yang lebih tinggi. Ada pula Candi Gembirawati bagi Anda pecinta sejarah dan tapak tilas.

Belum puas menikmati pemandangan dari Tebing dan Candi Gembirawati? Perjalanan dapat Anda lanjutkan ke utara Paris. Warung-warung kecil yang menjajakan kelapa muda siap melayani Anda. Pemandangan laut lepas dan semilir angin pun siap menyambut lensa mata.

Paris memiliki keistimewaan dalam memikat hati wisatawan. Ketika matahari mulai condong ke barat, Anda akan melihat bagaimana maha karya itu tercipta. Kolaborasi warna ungu, orange, merah dan birunya langit menjadi pemandangan yang tak ingin dilewatkan para pengunjung, terlebih para penggemar fotografi. Keadaan pasir pantai yang landai, bibir pantai yang berkilau dan langit sunset membentuk pantulan warna yang memukau.

Bagi Anda yang tak suka ataupun takut dengan air, tapi ingin berjalan di sepanjang bibir pantai menikmati pemandangan, tak perlu khawatir. Angkutan-angkutan tempo dulu siap menemani Anda menikmati romantisme pantai ini. Tersedia bendi (kereta beroda dua yang ditarik kuda) untuk menyusuri pinggiran pantai dengan tarif Rp20.000 untuk satu kali putaran bolak-balik. Bagi Anda yang sporty, tersedia juga motor ATV (All-Terrain Vehicle) untuk menaklukan gundukan pasir di sekitar pantai. Tarifnya pun terjangkau, sekitar Rp50.000-Rp100.000 per setengah jam. Tersedia juga paralayang dan gantole di Prangndog (sisi timur Paris).

Bergerak ke ujung timur pantai ini, lensa mata Anda akan disuguhi aktivitas foto pre-wedding. Gugusan-gugusan karang putih acapkali dijadikan latar.

Selain bentang alam Paris yang mempesona, tempat ini juga dikenal karena ritual Labuhan; acara ritual pelarungan sesajen dan kembang warna-warni ke laut, yang selalu diadakan setiap Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon. Masyarakat selalu berbondong-bondong mengikuti jalannya acara dan tradisi ini. Puncaknya pada malam 1 Suro; dua-tiga hari setelah hari raya Idul Fitri dan Idul Adha untuk meminta keselamatan dan kemurahan rezeki dari penguasa bumi dan langit. Tak hanya dipadati wisatawan lokal dan domestik, para turis-turis asing pun tak mau ketinggalan mengabadikan moment langka ini.

Masih di sekitar area pantai ini; di Parangkusumo, Anda dapat memanjakan tubuh dengan berendam air hangat. Kolam ini ditemukan pertama kali oleh Sultan Hamengku Buwono ke VII dan dirawat hingga generasi yang sekarang. Air dari kolam ini diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit dalam.

Wisata kuliner juga dapat Anda temukan di sini. Letak geografis yang begitu dekat dengan laut membawa keuntungan bagi Anda para pecinta sea food. Dengan mudahnya Anda akan menemukan olahan segar seperti ikan, cumi, kerang, udang dan kepiting yang bahannya dapat Anda pilih sendiri. Biasanya para pedagang menyediakan sewa jasa memasak. Anda tinggal pilih mau diolah apa ikan, cumi, kerang, udang dan kepiting yang sudah Anda beli. Penyajian gaya lesehan berteman nasi, lalapan dan sambal pun jadi ciri khas betapa masyarakat kota ini begitu kental dengan adat kesederhanaan.

Pantai ini juga menyediakan berbagai jajanan khas pantai seperti ikan goreng, undur-undur goreng dan peyek ikan. Tersedia pula rujak (buah-buahan segar dengan bumbu manis pedas) bagi Anda yang terbiasa dengan dessert.

Jika senja mulai menua dan berganti malam, Anda akan menjumpai para penjual jagung bakar yang sibuk menggelar tikar dan melayani wisatawan sepanjang pinggiran pantai. Anda dapat menghabiskan waktu bersama keluarga di sini hingga larut malam. Berbagi ceria dan cerita; sejenak melupakan rutinitas. Bagi Anda yang ingin bermalam bersama keluarga, juga tersedia losmen dan hotel di sekitar Paris ini seperti Hotel Queen of the South.

Wisata Paris ini dapat dikatakan wisata rekreasi pantai yang relatif terjangkau. Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp3000 untuk mengitari kompleks pantai. Ditambah dengan biaya asuransi Rp500 per orang. Sedangkan retribusi sepeda motor, mobil dan bus pariwisata masing-masing dikenakan biaya Rp2.000, Rp5.000 dan Rp10.000. Murah, bukan? Jangan lupa berkunjung ke Paris jika Anda datang ke Yogyakarta. Jangan segan untuk mengenal wisata bumi pertiwi lebih dekat. Salam pariwisata.

NB: tulisan ini dapat Anda baca juga di Jelajah Bumi Papua Bersama Adira Finance of Indonesia. Baca pula artikel-artikel wisata Indonesia lainnya di Lomba Tulis Jelajah Bumi Papua.


Jumat, 26 April 2013 (part 2)

Menemukan tulisan GEJEku dimuat di harian Minggu Pagi cukup membahagiakan dan menambah semangat tersendiri. Saya berjanji dalam hati untuk belajar dan mengembangkan diri lebih baik lagi dari hari ke hari. Dijemput Program Manager LSM Dream House lalu interview langsung dengan pendiri serta sang istri pendiri itu lumayan menguji mental menguji kepercayaan diri. Kemudian berasa begitu bahagia ketika bisa ikut bergabung bersama.

Tuhan…ajarku belajar banyak dari lembaga kecil ini. Ijinkanku punya banyak inspirasi untuk tiap anak-anak jalanan yang kelak kan kutemui. Buatku agar lebih tahu diri, membuka hati, peka dan dan ga pekok meng’handel situasi dan kondisi. Bantu aku lebih bijaksana lagi menggunakan dan mengatur waktu. Jumat, 26 April 2013 ini Ustad Jefri (Uje), si ustad gaul sudah tak tinggal di bumi. Lumayan menamparku bahwa hidup manusia tu ga ada yang tahu. Terima kasih aku boleh diingatkan. Salam 102 hari untuk Budhe juga di dimensi selain bumi.

Jumat, 26 April 2013 (part 1)

Pagi-pagi, otak sudah memerintahkanku untuk bergegas mandi demi memenuhi janji interview di Dream House (nama salah satu LSM di Yogya). Karena teman kecilku belum juga bangun dari tidur, alhasil kumanfaatkan waktu yang ada untuk membeli harian “Minggu Pagi” yang terbit setiap hari Jumat dan koran “Kompas” lalu; Kamis, 25 April 2013. Bahagia itu singgah ketika kudapati halaman bursa ide berisikan tulisan GJku. “Selamat..lanjutkan perjuangan”, bisik hati kecilku.

Lalu bergegas aku dan teman kecilku menuju Dream House yang tak pernah kami ketahui sebelumnya. Berbekal keberanian untuk maju, aku dan teman kecilku mencoba mencari di mana lokasi LSM tersebut. Jalan Karanglo dan Jl. Sambi Sari.

24 Mei 2013 (Dealgoing)

Anak-anak ini adalah inspirasi saya untuk melanjutkan perjuangan RA Kartini. Tunas-tunas muda yang wajib dijaga dan dibimbing menuju pada impian-impian mulia mereka. Melalui hal kecil ini, saya harap dapat ambil bagian dalam peningkatan moral di tengah maraknya korupsi. Ada banyak cara untuk berbagi, mengabdi dan berdedikasi sebagai perempuan di bumi pertiwi. Salam Kartini.

Nuraniku, Pertiwi.....

8 Mei 2013
Hari ini sengaja kuhabiskan waktuku hanya bergelut dengan komputer dan ruangan ber-AC di perpustakan kampus. Menahan dingin yang berasa membabi-buta merambat ke dalam daging tipisku lalu menusuk tulang-tulangku. Bermodal akses gratisan coba kucari apa yang ingin ku ketahui, apa yang ingin kuakses di segala penjuru. Alam, travel, healthy life, fashion, entrepreneur, teknologi, edukasi, web, blog, sastra, media, luar negeri, institusi, budaya, seni Indonesia, hingga masalah-masalah yang mengkungkung negeriku.

Hari ini Selasa, 23 April 2013 adalah hari buku sedunia dan akses teknologi di depanku kini bak buku elektronik; sebuah jendela ruang yang menghubungkanku dengan hal-hal lain di luar jangkauan kedua lengan, tangan, mata dan kakiku. Masalah-masalah negeriku merambat satu per satu laksana penyakit degenatif yang melumpuhkanmu perlahan-lahan. Bermula dari Mahakam, kucoba mencaritahu ranah apa yang terjadi. Seluk beluk budaya, bahasa, seni, tari, adat dan tradisi yang kaya hingga air yang begitu luas kini berganti sudah. Danau tak lagi seperti dulu, begitu banyak pendangkalan. Hutan-hutan kini berganti kayu gelonggongan yang siap tuk diantar, dijajakan dan dijual ke luar pulau. Spesies-spesies ikan perlahan-lahan sirna, berganti gulma yang tumbuh liar tanpa batas. Ini wajah bumi pertiwi.

Minggu, 21 April 2013 lalu hari Kartini, sosok perempuan yang berjuang menyuarakan emansipasi. Meninggalkan dan menanggalkan gengsi demi apa yang disuarakan hati nurani. Tapi begitu membuat miris dan perih hati ketika membaca berita-berita kini dimana perempuan dicabuli, diperkosa, dibunuh dan dibakar seenak hati. Berasa ini mimpi, tapi sungguh-sungguh terjadi di bumi pertiwi.
Lalu kubergerak jauh ke dunia sosial media, dimana ku dapat merengkuh teman-temanku yang jauh. Kutemukan begitu banyak perubahan. Pribadi yang dulunya bukan apa-apa kini berganti menjadi pribadi yang luar biasa. Ada pula pribadi yang dulunya ramah kini berganti tak lagi suka menyapa. “Psikologis orang selalu berubah”, bisik otak dan hati kecilku. Entah itu berubah menuju ke arah negatif entah menuju positif, hanya ia dan Tuhan saja yang tahu. Lingkungan dan pengetahuan hanya dua faktor yang sedikit banyak mempengaruhi.

Tak berhenti di situ, kutapakkan rasa keingintahuanku pada dunia kompetisi. Terlihat ada begitu banyak lomba dan ajang-ajang edukasi yang melatih mental dan membangun karakter dini. Lalu di saat yang bersamaan, kutersadar akan masa lalu dimana tak ada seorang pun yang mengarahkanku pada potensi-potensi dalam diriku. Tak orangtua, tak juga guruku. “Orangtuamu tak kenal teknologi, maklumlah….Gurumu pun tak mau repot ke sana kemari….banyak hal yang harus dikerjakan dan diselesaikan”, lagi-lagi bisik sesuatu yang di dalam diri. Lalu ku pun berlalu, menikmati slide demi slide yang ditampilkan bagaimana cara mengikuti lomba dan ketentuan-ketentuannya. Berharap andai kubisa memutar waktu, inginku diberi kesempatan untuk memaksimalkan potensi.

Detik waktu kian berjalan, hembusan udara AC pun kian menusuk, tak tersadar terdengar derasnya rinai hujan di sisi kaca jendela. Hujan deras beserta angin kencang, seolah meneriakkan gertak amarah. Kutatapkan pada memori luasku, teringat akan sobat seperjuanganku dulu; Aci, yang kini mengemban dan mengabdi mendidik anak negeri di ujung Barat tanah air ini; Halmahera, Maluku Utara. Sobat yang menemani dan setia berbagi, entah itu suka entah duka. Kutatap nanar kedua bola mataku pada website Indonesia Mengajar, sekedar ingin tahu informasi serta apa yang sedang terjadi. Perlahan-lahan kubuka pasti, mulai latar belakang, profil pengajar, hingga penempatan. Tak lupa juga kusempatkan waktuku berkunjung pada foto-foto terkait hal serupa; dunia pendidikan. Perihku seolah mengoyak asa, yang berpacu dan bergelut di dalam dada. Anak negeri, pelosok bumi pertiwi, alamku yang kaya, hingga tanah airku yang tragis di masa kini, dunia metropolitan bisnis serta investasi. “Tak adil saja”, ucap suara yang di dalam jiwa. Sejenak kulambungkan memoriku pada snapshot-snapshot pertambangan Freeport yang membabat habis tanah negeriku. Berlubang, membentuk lingkaran, bagai wadah jatuhnya benda langit angkasa.

Seiring meredanya hujan berganti rintik-rintik, ada hal kecil yang menyeruak di dalam dan berbisik. Inginku mengabdi, inginku berbagi, inginku berdedikasi. Ijinkanku selesaikan tugasku, sekedar menguatkan kedua adikku serta membelai penuh kasih luka kedua orangtuaku. Sesudahnya, ijinkanku pergi kemana hati membawaku, mencari jati diriku, mengembangkan potensi yang kumiliki, meraih prestasi, menyalurkan hobiku akan seni, budaya, adat, serta lukisan pelukis bumi, hingga bawaku gapai mimpi. Sekalipun tak ada yang abadi di bumi, setidaknya ijinkan dan berikanku kesempatan mengabadikan setiap hal yang terjadi, entah itu indah entah itu buruk. Agar hidupku bisa lebih berarti karena mampu mengukir sejarah di tiap-tiap hati yang kutemui.