Letak
geografis yang dikelilingi lautan mendatangkan keuntungan dan kekhasan
tersendiri bagi masyarakat Bangka Belitung. Provinsi yang berdiri tahun
2000 ini memiliki berbagai menu masakan olahan ikan laut. Salah satu di
antaranya yaitu Lempah Kuning. Nama “Lempah Kuning” berasal dari dua
kata yakni “Lempah” yang artinya makanan berkuah dan “Kuning” untuk
menunjukan warna kuning yang berasal dari kunyit. Jadi, jika dirangkai,
Lempah Kuning mengandung arti makanan kuah yang berwarna kuning.
Bahan
dasar pembuatan Lempah Kuning adalah ikan laut seperti ikan tenggiri,
kakap, kembung, kacang-kacang, kerisi, mayong, maupun ikan pari. Bumbu
yang digunakan untuk meraciknya pun sederhana yaitu cabai keriting,
cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, terasi dan
air asam/nanas. Lempah kuning ini memiliki cita rasa asam pedas yang
dominan; mirip dengan masakan Aceh dan pindang Kalimantan. Yang
membedakan hanya penggunaan terasi Bangka yang terkenal punya magnet
sendiri dalam cita rasa masakan. Oleh karena itu, tak heran jika masakan
satu ini menjadi makanan popular masyarakat Melayu Bangka dan di-claim menjadi masakan khas daerahnya.
Awalnya,
masakan Lempah Kuning merupakan hidangan penting yang pasti hadir dalam
setiap upacara keagamaaan maupun acara adat setempat. Cara memasaknya
mengandung nilai kebersamaan dan kekeluargaaan karena mayoritas hidangan
Lempah Kuning ini dimasak dalam jumlah besar saat berlangsungnya suatu
acara besar yang membutuhkan tenaga yang juga banyak untuk memasaknya.
Kandungan
gizi dari olahan laut ini tak perlu dipertanyakan. Ikan segar yang
langsung berasal dari pesisir pantai mengandung banyak selenium yang
bermanfaat mencegah rusaknya DNA karena radiasi atau zat kimia dan
membantu pembentukan antioksidan dalam tubuh. Selain selenium, ikan laut
juga mengandung taurin yang sangat berguna dalam menunjang fungsi
kognitif dan fungsi retina. Terdapat juga Omega 3 yang bermanfaat bagi
perkembangan otak anak, meningkatkan fungsi penglihatan dan saraf bayi,
serta meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan resiko penyakit
jantung koroner bagi orang dewasa. Ikan laut juga mengandung Omega 6
yang dapat memperbaiki dan menjaga pencernaan anak serta menunjang
pertumbuhan. Ikan laut juga kaya akan vitamin B Komplek yang membantu
metabolisme karbohidrat dan meringankan resiko penyakit anemia.
Kandungan gizi mineral dan kalsium juga terdapat pula dalam menu masakan
ini. Bahkan warna kuah kuning dalam masakan ini memberikan keuntungan
sendiri bagi para manula yang mulai lupa karena kandungan kurkumin dalam
kunyit mampu menghambat penumpukan senyawa beta amiloid yang merusak
fungsi otak.
Sekian jelajah gizi tanah Bangka. Salam wisata kuliner. ^_^



Tidak ada komentar:
Posting Komentar