Orangtua
merupakan peran utama pendidikan dan psikologi anak. Didikan orangtua
juga pelajaran pertama anak. Sudah layak dan sepantasnya jika orangtua
dijadikan teladan; sebuah pedoman dan landasan dasar untuk berkembang
menjadi pribadi yang dewasa dalam menjalani hidup sosial bermasyarakat.
Namun,
fungsi ini seringkali disalahgunakan. Rasa hormat dan kepercayaan anak
seringkali digunakan sebagai pemuasan obsesi. Menginjak masa remaja,
bukannya dibimbing untuk meningkatkan bakat yang dimiliki serta penemuan
jati diri, anak lebih sering diharuskan begitu begini. Mereka
diwajibkan mematuhi peraturan yang dibuat tanpa ada ruang bagi anak
untuk mengungkapkan dan mengutarakan pendapat. Mereka diharuskan
mengikuti kursus matematika, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, tari, dan
piano sementara hati dan bakat mereka tak di sana. Anak diharuskan
mengejar prestasi dan pemuasan ambisi tanpa diberi ruang untuk
berekspresi. Alhasil, anak memberontak dengan mogok sekolah, berperilaku
semena-mena, berteriak serta menangis histeris. Sekalipun praktek
obsesi orangtua ini sebagian ada yang berhasil meningkatkan prestasi
anak, psikologi anak terganggu. Entah itu perilaku mereka yang terkadang
menutup diri untuk kehidupan sosial, egois maupun apatis. Sangat
disayangkan jika ini berlanjut pada usia-usia remaja yang sangat
berpengaruh dalam pembentukan watak dan pendirian anak.
Oleh
sebab itu, cara pikir (mindset) orangtua wajib ditelaah sedemikian
rupa, meningbang sedemikian detail apakah keputusan yang mereka ambil
itu berguna untuk peningkatan bakat dan kemampuan anak. Komunikasi antar
keduanya juga wajib dijaga dan dipupuk. Luangkan waktu untuk sharing
moment sesering mungkin. Tidak hanya itu, sebagai orangtua diwajibkan
mempunyai wawasan luas untuk memberikan pandangan bagi anak.
Alangkah
baiknya jika bidang yang ditekuni anak itu adalah bidang yang ia
senangi dan kuasai. Secara psikologis, dengan sendirinya hal itu akan
meningkatkan kepercayaan diri anak untuk terus berprestasi dan
meningkatkan ketrampilan serta wawasan dalam diri, tanpa paksaan. Semoga
tulisan ini bermanfaat untuk para orangtua yang membaca maupun para
muda mudi yang nantinya akan menjadi orangtua. Anak adalah anugerah
Allah. Anak juga penerus bangsa. Mari menelaah dan memperbaiki mindset
lebih dalam menjadi pribadi dewasa yang lebih bijaksana.
______dari wichan untuk BURSA IDE Minggu Pagi _____
Tidak ada komentar:
Posting Komentar